Gigi berlubang atau karies gigi merupakan kerusakan pada jaringan keras gigi yang terjadi melalui proses demineralisasi akibat asam. Asam tersebut dihasilkan ketika bakteri di dalam plak memetabolisme gula dari makanan dan minuman. Jika tidak ditangani, kerusakan dapat berkembang semakin dalam dan menimbulkan nyeri.
Konsumsi makanan atau minuman manis terlalu sering, kebersihan gigi yang kurang terjaga, dan paparan fluorida yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko karies. Pada tahap awal, gigi berlubang mungkin tidak menimbulkan gejala. Seiring perkembangan kerusakan, gigi dapat terasa ngilu, sakit, atau terlihat memiliki lubang.
Apa yang perlu dilakukan?
Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida, bersihkan sela gigi, dan batasi makanan serta minuman manis. Minosep dapat melengkapi rutinitas kebersihan mulut dengan membantu mengendalikan mikroorganisme di rongga mulut sesuai kandungan dan petunjuk varian yang digunakan.
Gigi yang sudah berlubang harus pergi ke dokter gigi, karena dokter yang akan menentukan perawatan yang sesuai, misalnya penambalan atau prosedur lain berdasarkan tingkat kerusakannya. Jika belum sempat ke dokter gigi dikarenakan jadwal yang padat bisa menggunakan Minosep untuk meringankan rasa nyeri, karena Minosep mengandung antimikroba yang dapat menghilangkan bakteri penyebab ngilu dan meringankan rasa nyeri. Produk perawatan mulut seperti rangkaian Minosep dapat digunakan juga sesudah perawatan ke dokter gigi untuk memaksimalkan perawatan gigi.
Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun saran dokter atau dokter gigi. Gunakan produk sesuai aturan pakai pada kemasan.
